Seringkali kita terkaget-kaget begitu melihat uang ludes di akhir bulan. Padahal masih ada tagihan yang belum lunas. Kita sering bertanya: “Kemana saja uang habis dibelanjakan?”. Lemas rasanya mengingat uang itu hasil kerja keras sebulan. Anehnya, walaupun gaji naik tetap saja uang habis tanpa bisa menabung, apalagi investasi. Padahal semua itu tidak perlu terjadi kalau saja kita tahu rahasia mengelola keuangan. Kuncinya adalah bukan pada “berapa banyak uang yang dihasilkan”, tapi pada ”bagaimana kita membuat pengeluaran lebih kecil dari pemasukan sehingga bisa menabung dan investasi untuk masa depan”. Tentunya semua ini harus dibicarakan berdua dengan suami supaya lebih obyektif.
Sebenarnya mengapa sih uang itu perlu kita kelola?
Alasannya bisa macam-macam, ada yang karena ingin membeli barang atau jasa tertentu, kondisi perekonomian yang tidak selalu stabil, biaya hidup yang tinggi saat ini dan terus naik dari tahun ke tahun, fisik kita yang tidak selalu sehat, dan banyaknya pilihan produk keuangan.
Apa saja sih yang perlu dilakukan sebagai langkah awal?
Buat daftar kebutuhan untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Prinsipnya ”utamakan kebutuhan, bukan keinginan”. Makan misalnya merupakan ”kebutuhan”. Tapi makan enak di restoran yang mahal merupakan ”keinginan”. Bukan berarti kita tidak boleh makan enak tapi perlu kita pertimbangkan apakah akan mengorbankan ”kebutuhan” lain yang lebih penting, misalnya membeli buku pelajaran anak. Lagipula walaupun sekarang kita merasa telah mampu memenuhi semua keinginan, tetap saja kita harus memikirkan kebutuhan di masa yang akan datang, misalnya menyiapkan dana pensiun, dana pendidikan bagi anak-anak, asuransi kesehatan.
Kapan membuat anggaran?
Sebelum ada pemasukan. Maksudnya supaya ada gambaran apakah uang kita cukup dan masih ada sisanya untuk bulan depan. Kalau kurang ya anggaran harus kita ubah. Kalau penghasilan kita tidak tetap, coba hitung rata-rata anggaran bulan-bulan lalu dan perubahannya.
Bagaimana caranya membuat anggaran?
Buat pos perkiraan pemasukan dan pengeluaran berdasarkan daftar kebutuhan di atas. Pos pemasukan berupa gaji, bonus, dan laba bersih wirausaha. Pos pengeluaran dibagi tiga yaitu pos cicilan hutang/kredit, pos tabungan dan pos keperluan rumah tangga.
Pos apa yang paling diprioritaskan dalam anggaran belanja?
Pos cicilan hutang/kredit. Kenapa? Karena kalau sampai terlambat membayar ada risiko kena denda. Juga kalau sampai macet, hutang bisa membengkak karena bunga berjalan akan dihitung terus. Berapa besarnya? Usahakan totalnya tidak melebihi 30% dari pemasukan. Kenapa? Maksudnya ya supaya sisanya masih cukup untuk kebutuhan hidup lainnya.
Setelah cicilan hutang beres, pos anggaran apa berikutnya?
Pos tabungan. Menabung tidak perlu menunggu sampai akhir bulan karena biasanya tidak akan ada sisanya. Tabungan ini ada yang untuk keperluan darurat dan mendadak (jangka pendek) misalnya jika tiba-tiba kita di-PHK atau sakit dan harus dirawat di RS, ada juga yang bersifat jangka panjang misalnya dana pensiun, biaya pendidikan lanjut anak, biaya menikahkan anak, dan investasi masa depan (pengembangan rumah, menambah mobil, harta warisan, dsb). Bentuk tabungan ini bisa berupa dana cadangan, premi asuransi dan investasi jangka panjang.
Bagaimana dengan pengeluaran rumah tangga sehari-hari?
Nah ini prioritas terakhir karena bersifat fleksibel. Artinya dapat dikurangi atau ditambah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan serta pendapatan yang tersedia. Umumnya pengeluaran ini meliputi makanan, pakaian dan aksesori, transportasi, pendidikan anak, keperluan rumah (listrik, air, sewa rumah), komunikasi (hp, telpon, internet), hiburan dan rekreasi. Waspadai jenis pengeluaran yang biasanya besar dan berpotensi menimbulkan defisit anggaran misalnya telepon, listrik dan air, biaya sosial (hadiah, sumbangan, iuran), pakaian dan aksesori, barang elektronik. Juga waspadai jenis pengeluaran yang kelihatannya ”tersembunyi” tapi hampir selalu muncul tiap bulannya yaitu biaya pemeliharaan. Misalnya perbaikan rumah, mobil, dan alat rumah tangga yang rusak, biaya ke dokter dan obat (jika belum ada asuransi).
Apa saja yang perlu terus dipantau dalam membuat anggaran rumah tangga?
Perkembangan harga-harga kebutuhan pokok. Jika harga-harga naik, tinggal pilih apakah anggaran dinaikkan (dengan konsekuensi anggaran lain diturunkan atau menambah penghasilan) atau menurunkan standar atau jumlah kebutuhan yang akan dikonsumsi.
Kembali soal tabungan, tadi belum jelas, dana cadangan itu apa sih?
Dana ini umumnya digunakan untuk pengeluaran darurat dan mendadak. Jadi sifatnya wajib. Disimpannya harus di tempat yang aman (tidak akan hilang dan berkurang) dan likuid (bisa diambil kapanpun tanpa ada denda), misalnya di cash box lemari kita, tabungan dan giro di bank, deposito jangka pendek. Dana ini dapat dikumpulkan sedikit demi sedikit dengan menyisihkan minimal 10% dari pemasukan hingga mencapai jumlah yang setara dengan pengeluaran untuk 3-6 bulan. Kalau pemasukan relatif tidak tetap, maka jumlahnya lebih besar yaitu setara dengan pengeluaran untuk 12 bulan. Artinya, jika tiba-tiba kita di-PHK atau terkena bencana alam sehingga pemasukan nol atau minim sekali, maka kita masih “bisa hidup mandiri” (tidak menambah hutang) beberapa bulan ke depan sambil mencari pekerjaan baru. Tapi jumlah dana cadangan harus kita batasi, jangan terlalu besar karena tidak produktif.
Bagaimana dengan premi asuransi?
Berbeda dengan dana cadangan, asuransi ini digunakan untuk menanggulangi risiko finansial keluarga tapi dikelola oleh pihak lain (bank atau perusahaan asuransi). Saat ini terdapat banyak produk yang ditawarkan, misalnya dana pensiun, kesehatan, kecelakaan, pendidikan anak, rumah, mobil, haji dan umroh. Mengingat dana ini dikelola oleh pihak lain, kita perlu berhati-hati dalam memilihnya agar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemasukan.
Bagaimana dengan investasi jangka panjang?
Ini prioritas terakhir, umumnya digunakan untuk tujuan spesifik dan dikelola sendiri, misalnya biaya menikahkan anak, pengembangan rumah, menambah mobil, harta warisan, dsb. Jenis simpanan ini dapat juga dimanfaatkan sekaligus untuk tambahan pemasukan (produktif); jadi menabung sambil menambah penghasilan. Prinsip dasar dari investasi adalah semakin tinggi keuntungan maka risikonya semakin tinggi pula. Jadi berhati-hatilah terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat. Keuntungan investasi hanya bisa dicapai dengan pengetahuan dan ketekunan dan itu membutuhkan waktu. Yang perlu disiapkan adalah seberapa besar kita bersedia menanggung risiko, apakah produk investasi tersebut mudah dijual kembali, dan hasilnya sesuai dengan kenaikan barang dan jasa.
Lho, mengapa tabungan banyak jenisnya? Mengapa tidak satu jenis saja?
Nah itu tergantung besarnya dana tabungan. Kalau sangat terbatas ya cukup dana cadangan saja untuk keperluan darurat dan mendadak. Kalau ada sedikit kelebihan, misalnya dapat menabung setara dengan pengeluaran sekitar 6 bulan atau lebih, maka sebagian dapat dialihkan untuk mengikuti program asuransi. Kalau masih banyak kelebihannya, atau memang ada maksud untuk mencari penghasilan tambahan, maka sebagian tabungan dapat dialihkan juga untuk investasi jangka panjang. Yang terpenting adalah dana cadangan jangan sampai tidak ada, karena risiko dapat terjadi sewaktu-waktu dan ini perlu tabungan yang likuid.
Lalu, apa saja keuntungan dan keterbatasan kalau tabungan dikelola sendiri atau pihak lain?
Kalau dikelola sendiri, lebih bebas menggunakannya (kapanpun dan untuk keperluan apapun), tapi tidak begitu produktif. Kalau dikelola pihak lain dana itu lebih terkontrol dan produktif, tapi kita harus mau mematuhi peraturan pihak lain dan kadang sulit dicairkan.
Terakhir, bagaimana agar rencana di atas berhasil dilaksanakan?
Tentu kita harus punya cara untuk mengontrol dan berdisiplin menjalankannya. Salah satunya adalah dengan “sistem amplop”. Setiap pos pengeluaran dimasukkan dalam satu amplop. Jika uang dalam suatu amplop habis, kita tidak boleh mengambil dari amplop lain. Kenapa? Karena berarti mengurangi anggaran yang lain.
Cara lain adalah dengan fasilitas ”autodebet bank” (fasilitas transfer otomatis dari bank). Melalui fasilitas ini setiap bulan pada tanggal gajian langsung dapat ditransfer sejumlah dana dari rekening gaji ke rekening khusus tabungan, rekening kartu kredit, rekening pembayaran listrik, air, telepon, dsb. Jadi kita tidak perlu repot-repot datang ke bank atau ATM untuk melakukan transfer namun secara tidak sadar kredit dapat dibayar dan tabungan terus bertambah.
Selamat mencoba dan semoga berhasil!
(dari berbagai sumber)
Vita Sarasi