Siksa dan Kenikmatan di Alam Barzakh (3)
| Siksa dan Kenikmatan di Alam Barzakh (3) |
| Category: | Other |
Dari Samurah bin Jundub ra. diriwayatkan bahwa ia berkata : “Rasulullah saw sering bertanya kepada para Sahabatnya : “Adakah seorang di antara kalian yang bermimpi?” Biasanya sahabat juga ada yang menceritakan mimpinya. Suatu pagi, beliau berkata kepada kami : “Sesungguhnya tadi malam aku didatangi dua orang. Keduanya membangunkan diriku dan berkata : “Ayo berangkat!” Akupun berangkat bersama mereka berdua. Tiba-tiba kami menemui orang yang sedang berbaring. Tiba-tiba pula ada orang lain yang berdiri di mukanya dengan membawa batu besar (ket : yakni sejenis besi yang ujungnya bengkok). Batu itu dihantamkan ke kepala orang tersebut, lalu menggelindinglah batu itu hingga terjatuh. Lalu ia mengambil kembali batu itu, namun tidaklah dia mendatanginya, sehingga kepalanya utuh seperti semula. Barulah ia mengulangi lagi perbuatannya seperti yang pertama.
Rasulullah melanjutkan : Aku bertanya kepada mereka berdua : “Subhanallah, apa arti semua ini?” Mereka berdua menjawab : “Ayo, kita berangkat saja.” Kamipun berangkat, dan menemui seorang lelaki yang sedang berbaring. Tiba-tiba ada lelaki lain yang membawa jangkar besi. Ternyata ia mendekati salah satu pipinya dan membelah sudut mulut hingga ke belakang kepalanya, demikian juga dengan hidungnya hingga ke belakang kepalanya.”
Perawi menyatakan : “Bisa jadi Abu Rajaa menyebutkan : “Lalu ia membelahnya menjadi dua.” Kemudian ia menghadap ke bagian pipi sebelahnya dan memperlakukannya seperti pipi sebelumnya. Belum selesai ia melakukan perbuatannya itu, pipi yang pertama sudah pulih seperti sediakala. Kemudian ia mengulangi perbuatannya itu. Aku kembali bertanya : “Subhanallah! Apa arti semua ini?” Mereka berdua kembali menanggapi : “Ayo, kita berangkat lagi.”
Berangkatlah kami, hingga menjumpai tungku.” Perawi menyatakan : “Kemungkinan Rasulullah saw mengatakan : “Di dalamnya terdapat ribut-ribut dan suara keras. Kami melongok, ternyata terdapat kaum lelaki dan wanita telanjang. Tiba-tiba datanglah luapan api dari arah bawah mereka. Ketika api mendekati mereka, mereka berteriak keras (ket : yakni berteriak ketakutan). “
Nabi melanjutkan : “Aku bertanya : “Siapakah mereka itu?” Mereka berdua menjawab : “Sudah, berangkat saja.” Berangkatlah kami hingga menjumpai sungai.” Perawi berkata : “Aku mengira, beliau bersabda : “Warnanya merah seperti darah. Ternyata dalam sungai itu terdapat seorang lelaki lain di tepi sungai, dengan membawa batu dalam jumlah banyak. Ketika lelaki pertama sedang berenang, segera didatangi oleh lelaki yang membawa batu-batuan tadi, ia membuka mulutnya dan menjejalinya dengan satu batu.” Rasulullah melanjutkan : “Aku bertanya : “Apa arti semua ini?” Keduanya kembali berkata :”Sudah, ayo kita berangkat. “ Maka berangkatlah kami hingga bertemu dengan seorang lelaki yang buruk rupa, sebagaimana lelaki terjelek yang engkau lihat. Di sisi lelaki itu terdapat api yang dia sedang menyalakannya dan dia berjalan di sekitarnya (ket : yakni seolah-olah membuka mulutnya). Rasululllah melanjutkan : “Aku kembali bertanya : “Apa arti semua ini?” Keduanya kembali berkata : “Sudah, ayo kita berangkat.” Maka berangkatlah kami hingga bertemu dengan kebun yang berisi pohon-pohon tinggi, segala macam bunga musim semi ada di situ. Tiba-tiba di depan kebun itu muncul lelaki tinggi, hampir tidak terlihat kepalanya karena tingginya menjulang ke langit. Ternyata pula di sekeliling lelaki itu ada anak-anak kecil yang belum pernah kulihat sebelumnya.” “Aku bertanya : “Apa arti semua ini?” Keduanya kembali berkata : “Sudah, ayo kita berangakt.”
Maka berangkatlah kami hingga kami menemui sebuah kebun besar, belum pernah kulihat kebun sebesar dan seindah itu.” Mereka berdua berkata : “Naiklah.” Akupun naik ke kebun tersebut, hingga kami sampai ke sebuah kota yang dibangun dari batu bata emas dan perak. Kami mendatangi pintu kota itu dan meminta dibukakan. Dibukakanlah pintu itu untuk kami, dan kamipun masuk lalu berjumpa dengan beberapa orang lelaki. Separuh tubuhnya sebagai yang paling rupawan yang pernah kami lihat.”
Rasulullah saw melanjutkan : “Kedua malaikat itu berkata kepada para lelaki tersebut : “Pergilah kalian dan mandilah dalam sungai itu.” Rasulullah saw melanjutkan : “Ternyata di hadapan mereka itu ada sungai berair putih jernih. Mereka pergi menceburkan diri ke dalam sungai itu. Kemudian mereka kembali kepada kami, dan bagian buruk pada tubuh mereka sudah lenyap, sehingga mereka tampak sebagai kaum lelaki yang paling rupawan.” Nabi melanjutkan : “Kedua malaikat itu berkata : “Inilah Jannah ‘Adn, dan itulah tempat tinggalmu.” Aku mengangkat pandangan mataku, tiba-tiba kulihat istana bagaikan awan putih. Kedua malaikan itu berkata lagi : “Inilah tempat tinggalmu.” Aku membalas : “Semoga Allah memberikan berkah kepada kalian berdua. Biarkan aku memasukinya. Keduanya berkata lagi :”Kalau sekarang, tidak, tetapi engkau akan memasukinya.”
Nabi bersabda :”Dari semalam, aku sudah melihat yang aneh-aneh, apa sebenarnya yang kulihat itu?” Mereka berdua menjawab : “Kami akan memberitahukanmu. Adapun lelaki pertama yang kita temui sedang dipecahkan kepalanya dengan batu, adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an lalu menolaknya. Ia juga orang yang meninggalkan shalat wajib. Sedangkan lelaki yang engkau temui sedang dibelah ujung mulut hingga ke belakang kepalanya, demikan juga hidung dan kedua matanya, adalah lelaki yang pergi dari rumahnya di pagi hari lalu berdusta, dan kedustaannya itu mencapai ufuk. Sementara kaum lelaki dan perempuan telanjang yang berada dalam bangunan menyerupai tungku, mereka adalah para pezina lelaki dan perempuan. Adapun lelaki yang ditemui sedang mandi di sungai lalu dijejali batu, adalah pemakan riba. Sedangkan lelaki yang buruk rupa yang menyalakan api di sekitarnya, adalah malaikat penjaga jahannam. Sementara lelaki yang tinggi di kebun adalah Nabi Ibrahim as. Dan anak-anak kecil di sekitarnya adalah setiap anak yang meninggal dalam fitrahnya. “
Sebagian Sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan anak-anak orang musyrikin?” Beliau menjawab : “Demikian juga dengan anak-anak kaum musyrikin.” Adapun kaum lelaki yang separuh jasadnya bagus dan separuhnya lagi jelek, adalah kaum yang mencampurkan antara amal shalih dengan perbuatan jelek, namun Allah mengampuni perbuatan jelek mereka. “
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya. Dalam riwayat lain disebutkan sebagian siksa kubur dengan jelas, juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Lihat Fathul Bari oleh Ibnu Hajar XVI : 99. Nabi saw bersabda : “(Kedua malaikat itu berkata) : “Sedangkan orang yang ujung mulutnya dibelah, adalah pendusta yang menyampaikan kedustaan lalu disebarkan hingga mencapai berbagai penjuru tempat. Demikianlah mereka diperlakukan sebagaimana yang engkau lihat, hingga hari kiamat. Sedangkan lelaki yang dipecahkan kepalanya, adalah orang yang diajarkan oleh Allah tentang Al-Qur’an, di malam hari ia tidak membacanya dan di siang hari ia tidak mengamalkannya. Demikianlah ia diperlakukan hingga hari kiamat...” (Lihat Fathul Bari oleh Ibnu Hajar II : 495).
Dari Anas bin Malik ra. diriwayatkan bahwa ia berkata : „Rasulullah saw bersabda : „Ketika Allah memperjalankan diriku untuk mi’raj, aku melihat satu kaum yang memiliki kuku dari tembaga, yang mereka gunakan untuk mencakari wajah dan dada mereka.” Aku bertanya : “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” Jibril menjawab :
“Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging orang lain (menggunjing) yakni membicarakan aib mereka.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad III : 224 dan disahihkan oleh Al-Albani, Shahihul Jami`ish Shaghier V : 51).
Bersambung ke Siksa dan Kenikmatan di Alam Barzakh (4)