Sifat Jannah dan Para Penghuninya (2)
Sifat Jannah dan Para Penghuninya (2)
for everyone
Category: Other
(3) Tentang Derajat Kemuliaan Bagi Penghuni Jannah Terendah dan Tertinggi
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah secara marfu` dari Rasulullah saw. Diriwayatkan bahwa beliau bersabda : “Musa pernah bertanya kepada Rabbnya : “Apakah derajat terendah penghuni Jannah?” Allah berfirman : “Ia adalah bagi seseorang yang dimasukkan Jannah, setelah penghuni Jannah lainnya masuk terlebih dahulu. Dikatakan kepadanya : “Masuklah ke Jannah.” Ia bertanya : “Ya Rabbi! Bagaimana caranya? Semua orang telah sampai ke tempat tinggal mereka dan mengambil kemuliaan yang mereka peroleh.” Allah bertanya :”Maukah engkau memiliki yang dimiliki oleh raja di raja di dunia?” Orang itu menjawab : “Aku mau ya Rabbi.” Allah berfirman : “Engkau akan mendapatkannya, ditambah yang sama dengannya, yang sama lagi dengannya, dan yang sama lagi dengannya.” Pada kali yang kelima orang itu berkata : “Aku sudah senang menerimanya, ya Rabbi.” Allah berfirman : “Engkau mendapatkannya ditambah dengan sepuluh kali lagi yang senilai dengannya, dan segala yang menyenangkan dirimu dan indah dalam pandanganmu.” Orang itu berkata : “Ya Rabbi! Aku sudah senang menerimanya.” Musa bertanya lagi : “Lalu apa derajat tertinggi penghuni Jannah?” Allah berfirman : “Bagi mereka yang memang Aku kehendaki. Aku menanamkan kemuliaan untuk mereka dengan tangan-Ku dan Ku-rahasiakan sendiri, kemuliaan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.” Nabi bersabda : “Buktinya ada dalam Kitabullah : “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan mata..” (As-Sajdah : 17).
(Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya).
(4) Tentang Pintu-Pintu Jannah
Pintu Jannah berjumlah delapan. Jarak antara satu pintu dengan pintu yang lain sebagaimana jarak antara Mekah dengan Hajar, atau antara Mekah dengan Bushra. Masing-masing orang shalih akan dipanggil sesuai dengan ibadah sunnah yang dia lakukan. Orang yang suka bersedekah, akan dipanggil melalui melalui pintu sedekah. Orang yang suka melakukan shaum, akan dipanggil melalui pintu Rayyan. Demikian juga ada kaum yang dipanggil melalui semua pintu-pintu tersebut. Kemungkinan mereka adalah As-Sabiqun.
Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya." (QS. Az Zumar 39 : 73).
Allah juga berfirman :
“Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik”. (QS. Shaad 38 : 49).
Dari Abu Hurairah ra. diriwayatkan bahwa dia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa menginfakkan satu (pasang) di jalan Allah, akan dipanggil dari beberapa pintu Jannah : “Wahai hamba Allah, ini adalah kebajikan. Barangsiapa yang menunaikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa yang suka berjihad akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa suka melakukan shaum, akan dipanggil melalui pintu Ar-Rayyan. Dan barangsiapa yang suka bersedekah, akan dipanggil melalui pintu sedekah.” Abu Bakar ra. bertanya : “Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah, orang yang dipanggil melalui pintu-pintu itu tentu tidak mendapatkan mudharat. Adakah orang yang dipanggil melalui semua pintu-pintu tersebut?” Beliau menjawab : “Ya. Aku berharap engkau termasuk di antaranya.”
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Lihat Fathul Bari V : 13 Shahih Muslim 712).
(5) Tingkatan-Tingkatan Jannah
Tingkatan-tingkatan Jannah banyak sekali. Jarak antara tingkat yang satu dengan yang lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Di antaranya ada seratus tingkatan yang diberikan kepada kaum mujahidin, dan tingkatan-tingkatan lain diberikan kepada kaum mukminin dan alim ulama.
Allah berfirman :
”Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)...” (QS. Thaahaa 20 : 75).
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Mujaadilah 58 : 11).
Allah Azza wa Jalla berfirman :
”Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nisaa' 4 : 95-96).
Dari Abu Hurairah ra. diriwayatkan bahwa dia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, melakukan shaum Ramadhan, maka Allah berkah untuk memasukkannya ke dalam Jannah, baik ia berjihad fi sabilillah ataupun berdiam di kampung halamannya di mana ia dilahirkan.” Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah! Bolehkah kami sampaikan kabar gembira ini kepada kaum muslimin?” Beliau menjawab : “Sesungguhnya di Jannah itu ada seratus tingkatan yang dipersiapkan oleh Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara satu tingkat dengan yang lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Bila kalian meminta kepada Allah, mintalah Jannah Al-Firdaus . Karena ia adalah Jannah yang terbaik dan yang tertinggi.” Beliau melanjutkan : ”Di atasnya terdapat Arsy Ar-Rahman. Dari situlah mengalir sungai-sungai Jannah.”
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya. Lihat Fathul Bari VI : 351).
Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash diriwayatkan bahwa ia berkata :“Rasulullah saw bersabda : „Kepada orang suka membaca Al Qur’an, nanti akan dikatakan : „Bacalah, naiklah dan ucapkan dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil ketika di dunia. Kedudukanmu adalah pada ayat terakhir yang engkau baca.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad II : 192 dan dishahihkan oleh Al-Albani. Lihat Shahihul Jamie` VI : 349).
(6) Kamar-Kamarnya Tinggi
Allah berfirman :
”Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya”. (QS. Az Zumar 39 : 20).
Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. diriwiyatkan bahwa dia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya para penghuni Jannah saling melihat para penghuni kamar di atas mereka, sebagaimana mereka melihat bintang-bintang cemerlang di langit yang bergelantungan untuk tenggelam di ufuk arah timur atau barat, karena adanya perbedaan keutamaan di antara mereka.” Para Sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah! Bukankah kedudukan para Nabi tidak akan dicapai orang lain?” Beliau menjawab : “Benar. Namun dapat dicapai oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.”
(Lihat Fathul Bari VII : 137 dan Shahih Muslim 2177).
(7) Makanan Para Penghuni Jannah
"Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. . Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.” (QS. Az Zukhruf 43 : 68-73)
“Dan orang-orang yang beriman paling dahulu. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian." (QS. Al Waaqi'ah 56 : 10-40).
Dari Jabir bin Abdulllah ra. diriwayatkan bahwa dia berkata :”Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya para penghuni Jannah itu makan dan minum, tetapi tidak meludah, tidak buang air kecil atau besar dan tidak membuang ingus.” Para Sahabat bertanya : “Bagaimana jadinya makanan yang mereka telan?” Beliau menjawab : “Akan menjadi sendawa dan bau wangi seperti kasturi. Mereka diilhami untuk bertasbih dan bertahmid, sebagaimana mereka bernafas."
(Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya 2180).
Bersambung ke Sifat Jannah dan Para Penghuninya (3)
for everyone
Category: Other
(3) Tentang Derajat Kemuliaan Bagi Penghuni Jannah Terendah dan Tertinggi
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah secara marfu` dari Rasulullah saw. Diriwayatkan bahwa beliau bersabda : “Musa pernah bertanya kepada Rabbnya : “Apakah derajat terendah penghuni Jannah?” Allah berfirman : “Ia adalah bagi seseorang yang dimasukkan Jannah, setelah penghuni Jannah lainnya masuk terlebih dahulu. Dikatakan kepadanya : “Masuklah ke Jannah.” Ia bertanya : “Ya Rabbi! Bagaimana caranya? Semua orang telah sampai ke tempat tinggal mereka dan mengambil kemuliaan yang mereka peroleh.” Allah bertanya :”Maukah engkau memiliki yang dimiliki oleh raja di raja di dunia?” Orang itu menjawab : “Aku mau ya Rabbi.” Allah berfirman : “Engkau akan mendapatkannya, ditambah yang sama dengannya, yang sama lagi dengannya, dan yang sama lagi dengannya.” Pada kali yang kelima orang itu berkata : “Aku sudah senang menerimanya, ya Rabbi.” Allah berfirman : “Engkau mendapatkannya ditambah dengan sepuluh kali lagi yang senilai dengannya, dan segala yang menyenangkan dirimu dan indah dalam pandanganmu.” Orang itu berkata : “Ya Rabbi! Aku sudah senang menerimanya.” Musa bertanya lagi : “Lalu apa derajat tertinggi penghuni Jannah?” Allah berfirman : “Bagi mereka yang memang Aku kehendaki. Aku menanamkan kemuliaan untuk mereka dengan tangan-Ku dan Ku-rahasiakan sendiri, kemuliaan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.” Nabi bersabda : “Buktinya ada dalam Kitabullah : “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan mata..” (As-Sajdah : 17).
(Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya).
(4) Tentang Pintu-Pintu Jannah
Pintu Jannah berjumlah delapan. Jarak antara satu pintu dengan pintu yang lain sebagaimana jarak antara Mekah dengan Hajar, atau antara Mekah dengan Bushra. Masing-masing orang shalih akan dipanggil sesuai dengan ibadah sunnah yang dia lakukan. Orang yang suka bersedekah, akan dipanggil melalui melalui pintu sedekah. Orang yang suka melakukan shaum, akan dipanggil melalui pintu Rayyan. Demikian juga ada kaum yang dipanggil melalui semua pintu-pintu tersebut. Kemungkinan mereka adalah As-Sabiqun.
Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya." (QS. Az Zumar 39 : 73).
Allah juga berfirman :
“Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik”. (QS. Shaad 38 : 49).
Dari Abu Hurairah ra. diriwayatkan bahwa dia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa menginfakkan satu (pasang) di jalan Allah, akan dipanggil dari beberapa pintu Jannah : “Wahai hamba Allah, ini adalah kebajikan. Barangsiapa yang menunaikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa yang suka berjihad akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa suka melakukan shaum, akan dipanggil melalui pintu Ar-Rayyan. Dan barangsiapa yang suka bersedekah, akan dipanggil melalui pintu sedekah.” Abu Bakar ra. bertanya : “Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah, orang yang dipanggil melalui pintu-pintu itu tentu tidak mendapatkan mudharat. Adakah orang yang dipanggil melalui semua pintu-pintu tersebut?” Beliau menjawab : “Ya. Aku berharap engkau termasuk di antaranya.”
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Lihat Fathul Bari V : 13 Shahih Muslim 712).
(5) Tingkatan-Tingkatan Jannah
Tingkatan-tingkatan Jannah banyak sekali. Jarak antara tingkat yang satu dengan yang lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Di antaranya ada seratus tingkatan yang diberikan kepada kaum mujahidin, dan tingkatan-tingkatan lain diberikan kepada kaum mukminin dan alim ulama.
Allah berfirman :
”Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)...” (QS. Thaahaa 20 : 75).
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Mujaadilah 58 : 11).
Allah Azza wa Jalla berfirman :
”Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nisaa' 4 : 95-96).
Dari Abu Hurairah ra. diriwayatkan bahwa dia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, melakukan shaum Ramadhan, maka Allah berkah untuk memasukkannya ke dalam Jannah, baik ia berjihad fi sabilillah ataupun berdiam di kampung halamannya di mana ia dilahirkan.” Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah! Bolehkah kami sampaikan kabar gembira ini kepada kaum muslimin?” Beliau menjawab : “Sesungguhnya di Jannah itu ada seratus tingkatan yang dipersiapkan oleh Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara satu tingkat dengan yang lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Bila kalian meminta kepada Allah, mintalah Jannah Al-Firdaus . Karena ia adalah Jannah yang terbaik dan yang tertinggi.” Beliau melanjutkan : ”Di atasnya terdapat Arsy Ar-Rahman. Dari situlah mengalir sungai-sungai Jannah.”
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya. Lihat Fathul Bari VI : 351).
Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash diriwayatkan bahwa ia berkata :“Rasulullah saw bersabda : „Kepada orang suka membaca Al Qur’an, nanti akan dikatakan : „Bacalah, naiklah dan ucapkan dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil ketika di dunia. Kedudukanmu adalah pada ayat terakhir yang engkau baca.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad II : 192 dan dishahihkan oleh Al-Albani. Lihat Shahihul Jamie` VI : 349).
(6) Kamar-Kamarnya Tinggi
Allah berfirman :
”Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya”. (QS. Az Zumar 39 : 20).
Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. diriwiyatkan bahwa dia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya para penghuni Jannah saling melihat para penghuni kamar di atas mereka, sebagaimana mereka melihat bintang-bintang cemerlang di langit yang bergelantungan untuk tenggelam di ufuk arah timur atau barat, karena adanya perbedaan keutamaan di antara mereka.” Para Sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah! Bukankah kedudukan para Nabi tidak akan dicapai orang lain?” Beliau menjawab : “Benar. Namun dapat dicapai oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.”
(Lihat Fathul Bari VII : 137 dan Shahih Muslim 2177).
(7) Makanan Para Penghuni Jannah
"Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. . Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.” (QS. Az Zukhruf 43 : 68-73)
“Dan orang-orang yang beriman paling dahulu. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian." (QS. Al Waaqi'ah 56 : 10-40).
Dari Jabir bin Abdulllah ra. diriwayatkan bahwa dia berkata :”Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya para penghuni Jannah itu makan dan minum, tetapi tidak meludah, tidak buang air kecil atau besar dan tidak membuang ingus.” Para Sahabat bertanya : “Bagaimana jadinya makanan yang mereka telan?” Beliau menjawab : “Akan menjadi sendawa dan bau wangi seperti kasturi. Mereka diilhami untuk bertasbih dan bertahmid, sebagaimana mereka bernafas."
(Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya 2180).
Bersambung ke Sifat Jannah dan Para Penghuninya (3)