Sifat Jannah dan Para Penghuninya (4)
| Sifat Jannah dan Para Penghuninya (4) |
| Category: | Other |
Allah berfirman :
“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. At Taubah : 72).
Dari Jabir bin Abdullah ra. diriwayatkan bahwa dia berkata : „Rasulullah bersabda : „Aku pernah masuk Jannah. Tiba-tiba kulihat istana terbuat dari emas. Aku bertanya : “Untuk siapa istana ini?” Yang hadir di situ menjawab : “Untuk seseorang dari Quraisy.” Aku segan memasukinya, hanya karena aku khawatir engkau akan cemburu, wahai Ibnul Khattab.” Umar berkata : “Apakah pantas aku cemburu kepadamu wahai Rasulullah.”
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Lihat Fathul Bari XVI : 75 dan Shahih Muslim 1862).
(12) Bentuk Sungai-Sungainya
Allah berfirman :
“Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah..” (QS. Al Kahfi : 30-31)
Allah berfirman :
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada beubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak beubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?“ (QS. Muhammad : 15).
Dari Anas bin Malik ra. diriwayatkan bahwa dia berkata : “Rasulullah saw. bersabda : “Aku pernah masuk Jannah. Tiba-tiba kulihat sungai yang di pinggirnya terdapat kemah-kemah dari mutiara. Aku memukulkan tanganku ke airnya yang mengalir. Ternyata ia adalah kasturi yang harum. Aku bertanya : “Apa ini wahai Jibril?” Jibril menjawab : “Itulah Al-Kautsar yang diberikan Allah kepadamu.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad III : 103 dan dishahihkan oleh Al-Albani (Shahihul Jamie’ III : 141. Aslinya ada dalam Shahih Al-Bukhari. Lihat Fathul Bari X : 362).
(13) Bentuk Hurun `Ien (Bidadari-Bidadari Surga)
Allah berfirman :
“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik (QS. Ash Shaaffaat 37 : 48-49).
Ket :
Maksudnya tidak liar pandangannya adalah yang suci dan tidak liar matanya memandang kepada selain suaminya.
Maksudnya seperti telur burung unta adalah seperti telur yang putih bersih, tidak ada orang yang memecahkan kulitnya. Wallahu’alam.
Allah berfirman :
“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.” (QS. Ar Rahmaan 55 : 72).
Ket :
Maksudnya dipingit adalah terkurung dalam kemah-kemah mutiara, hanya menginginkan suami mereka saja, tidak tertarik kepada yang lainnya.
Dari Anas bin Malik ra. diriwayatkan bahwa dia berkata : Rasulullah saw bersabda : „Sepetang atau sepagi di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan isinya. Bahkan ujung busur atau tempat cemeti salah seorang di antaramu di Jannah nanti lebih baik daripada dunia dan seisinya. Kalau salah seorang wanita Jannah itu melongok ke dunia ini, pasti ia dapat menyinari semuanya, dan semerbak wanginya akan memenuhi semuanya, dan semerbak wanginya akan memenuhi bumi ini. Sungguh, kerudung di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya. Lihat Fathul Bari VI : 355).
Ket : Sepetang maksudnya keluar di waktu sore hingga waktu maghrib. Adapun di pagi hari, yakni mulai dari awal siang hingga pertengahan siang.
Dari Anas bin Malik ra. dari Nabi saw, beliau bersabda :
„Seorang mukmin di Jannah nanti diberi kekuatan segini dan segini dalam berhubungan badan (seksual). Ada yang bertanya : „Wahai Rasulullah, apakah ia mampu melakukannya?“ Beliau menjawab : „Ia diberi kekuatan seratus kali lipat.“
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam As-Sunan dan dishahihkan oleh Al-Albani. Lihat Misyakul Mashabih III : 90).
Dari Abdullah bin Umar ra. diriwayatkan bahwa dia berkata : „Rasulullah saw bersabda : „Sesungguhnya isteri-isteri para penghuni Jannah akan menyanyi untuk suami-suami mereka dengan suara terbaik yang pernah didengar seseorang. Di antara nyanyian itu adalah : “Kami adalah wanita-wanita terbaik lagi cantik jelita, isteri-isteri dari kaum suami yang mulia, memandang dengan pandangan yang menyenangkan.” Di antara nyanyian lain : “Kami adalah wanita-wanita abadi, tidak akan mati selamanya. Kami adalah para wanita yang membawa rasa aman, tidak akan merasa khawatir selamanya. Kami adalah para wanita yang tentram, tidak akan kesusahan selamanya.”
(Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Awsath dan dishahihkan oleh Al-Albani. Lihat Shahihul Jamie’ II : 48).
Dari Abu Hurairah ra. diriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah ditanya : “Wahai Rasulullah! Apakah kita akan berhubungan dengan isteri-isteri di Jannah nanti?” Beliau menjawab : “Sesungguhnya seorang lelaki di Jannah nanti akan berhubungan badan dengan seratus perawan sehari.”
(Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam Shifatul Jannah. Adh-Dhiyya’ Al-Maqdisi menyatakan: “Para perawinya menurut saya memenuhi persyaratan Al-Bukhari dan Muslim dan Al-Albani menyetujuinya.” Al-Ahadits Ash-Shahihah 367).
Bersambung ke Sifat Jannah dan Para Penghuninya (5)