Saturday, October 22, 2005 

Menentukan Prioritas Hidup

Jumat, 16 September 2005

Menentukan Prioritas Hidup

"Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS Al-Asher [103]: 1-3).

Saudaraku, ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup ini. Karena begitu banyaknya, kita tak akan mungkin bisa mengerjakan semuanya. Karena itu, mampu menentukan skala prioritas dalam hidup menjadi sebuah keniscayaan.

Sebenarnya, keterampilan membuat skala prioritas, termasuk satu dari empat syarat menjadi pemimpin efektif. Empat syarat tersebut adalah: memiliki visi dan tujuan hidup (dunia akhirat), terampil membuat prioritas, mampu menggali dan mensinergikan potensi, dan mampu memotivasi orang lain.

Pertanyaan sekarang, hal-hal apa saja yang harus kita prioritas dalam hidup? Dengan kata lain, apa target terpenting dalam hidup kita? Pertama, memiliki iman yang kokoh. Iman adalah fondasi. Iman adalah keberuntungan. Iman adalah kunci kebahagiaan dan keselamatan. Tanpa iman, tidak berarti semua yang kita miliki. Tanpa iman tidak akan pernah kita mendapatkan keberuntungan, kebahagiaan, dan keselamatan yang hakiki.

Allah SWT berfirman, "Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS Al-Asher [103]: 1-3).

Agar iman kuat, maka kita harus memupuknya dengan ilmu dan amal. Semakin luas ilmu, semakin ikhlas amal, insya Allah akan semakin kuat pula iman kita.

Prioritas kedua adalah sehat. Tanpa sehat, iman yang kita miliki tidak akan maksimal. Sakit adalah cost, beban, dan pengeluaran. Makna sehat di sini tentunya tidak sekadar fisik saja, tapi juga pikiran. Maka, kita harus maksimalkan diri menjaga dua anugerah Allah ini (fisik dan pikiran).

Ada tujuh komponen yang akan menentukan kesehatan fisik kita, yaitu: (1) udara yang bersih, maka hindarkan radikal bebas dalam tubuh akibat udara kotor; (2) makanan seimbang dengan memenuhi kriteria halal dan thayyib; (3) cukup minum, standarnya dua liter atau tujuh gelas sehari. Ideal pula bila disertai suplemen berupa madu, teh hijau atau hitam, sayuran, dan buah-buahan; (4) olahraga teratur, minimal tiga kali seminggu. Olahraga akan membentuk pertahanan tubuh yang bagus; (5) istirahat yang cukup. Rasulullah SAW mencontohkan tidur bada Isya dan bangun di sepertiga malam terakhir. Tidur yang cukup akan membuat regenerasi sel dalam tubuh berjalan baik; (6) tidak stres, sebab stres dapat memperlemah tubuh sehingga rentan terhadap penyakit; (7) memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat malam dan shaum.

Untuk menjaga kesehatan pikiran, perbanyaklah membaca buku, berpikir positif, hindari buruk sangka, berani memaafkan, dan selalu melihat sisi baik dari setiap kejadian. Intinya, perbanyak input positif dan meminimalisasi input negatif.

Prioritas ketiga adalah akur. Sangat sulit menikmati hidup bila kita memiliki banyak musuh, walau pun kita beriman dan sehat. Kapan pun dan di mana pun, konflik tidak membawa apapun, kecuali: (1) rasa tidak nyaman; (2) terputusnya silaturahmi; (3) menimbulkan dengki; dan (4) kontraproduktif karena akan saling merusak.

Ada lima cara agar kita akur dengan sesama, yaitu: (1) siap berbeda pendapat; (2) terlatih dengan kondisi tidak ideal; (3) jangan mudah tersinggung; (4) jangan percaya pada orang yang selalu menjelek-jelekkan orang lain; (5) jangan menuntut orang lain untuk akur, tapi awali dari diri sendiri untuk menjadi pelopor dalam akur dan kebaikan. Wallahu a'lam bish-shawab.

( Abdullah Gymnastiar )

Friday, October 21, 2005 

Doa Terbaik

Jumat, 21 Oktober 2005

Doa Terbaik

Sebaik-baik doa yang harus engkau panjatkan kepada Allah, adalah apa-apa yang Allah perintahkan kepadamu. (Ibnu Athaillah)

Saudaraku, nikmat yang Allah karuniakan kepada kita sebenarnya jauh lebih besar daripada nikmat yang kita minta. Saat kita meminta rezeki, pada saat bersamaan rezeki yang Allah curahkan jauh lebih melimpah. Saat kita meminta kebaikan, pada saat bersamaan kebaikan yang Allah berikan jauh lebih banyak dari yang kita duga. Hanya saja, keterbatasan ilmu dan ketertutupan mata hati, membuat kita jarang menyadari besarnya karunia tersebut.

Doa yang kita mohonkan kepada Allah terbagi ke dalam empat tingkat. Tingkat pertama adalah doa meminta dunia. Inilah doa dengan tingkatan "terendah". Dalam doa ini, tidak ada yang kita minta selain dunia, termasuk minta harta berlimpah, minta kedudukan, minta berhasil dalam bisnis atau pekerjaan, minta jodoh, dan sebagainya. Tidak salah kita berdoa seperti ini, bahkan dianjurkan dan bernilai pahala.

Tingkat kedua adalah doa minta pahala. Pada tingkatan kedua ini kita meminta agar Allah SWT membalas semua kebaikan kita dengan balasan berlipat. Puncaknya, kita meminta dimasukkan ke dalam syurga dan dijauhkan dari neraka. Doa tingkatan kedua ini lebih bernuansa akhirat, dan nilainya lebih tinggi dari sekadar meminta dunia.

Tingkat tertinggi dari doa adalah meminta rahmat dan ridha Allah. Inilah cita-cita tertinggi yang harus dimiliki seorang Muslim. Tentang hal ini, Imam Ibnu Athaillah dalam kitab Hikam mengungkapkan bahwa "sebaik-baik doa yang harus engkau panjatkan kepada Allah, adalah apa-apa yang Allah perintahkan kepadamu".

Jadi, doa terbaik yang harus kita panjatkan kepada Allah adalah doa minta dikuatkan iman, doa minta diberi ketaatan pada semua perintah dan larangan, serta istiqamah dalam pengabdian. Rasulullah SAW. mencontohkan sebaik-baik doa, yaitu: Allahumma inni as'aluka ridhaaka wal jannah wa 'audzubika min sakhaathika wannaar. Artinya, "Ya Allah aku memohon kepada-Mu, ridha-Mu dan syurga; dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan api neraka".

Saat kita meminta ridha Allah, maka saat itu kita telah meminta hal paling berharga dalam hidup. Sebab, tidak ada gunanya harta, pangkat, jabatan, ketampanan, atau apa pun, bila Allah tidak ridha kepada kita. Bila Allah sudah ridha, maka semuanya akan jadi mudah. Dunia insya Allah akan kita dapatkan, dan akhirat pun akan kita rengkuh. Karena itu, daripada minta kecukupan, lebih baik kita minta tawakal; daripada minta nikmat, lebih baik kita minta syukur; daripada minta terlepas dari musibah, lebih baik minta sabar, dsb. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh berdoa. Silakan berdoa apapun, selama tidak memohon kemaksiatan. Apa yang diungkapkan lebih menunjukkan skala prioritas.

Saudaraku, mumpung kita masih berada di bulan Ramadhan, berdoalah sebanyak mungkin kepada Allah. Sebab Allah tidak akan menolak doa orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Dan sebaik-baik doa adalah meminta ridha dan kasih sayang Allah. Wallahu a'lam.

( KH Abdullah Gymnastiar )

Saturday, October 08, 2005 

Can’t Help Falling in Love

(image placeholder)
Wise men say only fools rush in
But I can’t help falling in love with you
Shall I stay
Would it be a sin
If I can’t help falling in love with you

Like a river flows surely to the sea
Darling so it goes
Some things are meant to be
Take my hand, take my whole life too
For I can’t help falling in love with you

Like a river flows surely to the sea
Darling so it goes
Some things are meant to be
Take my hand, take my whole life too
For I can’t help falling in love with you
For I can’t help falling in love with you